DPRD Kota Cimahi Soroti Apindo dalam Pembangunan Daerah: Belum Terlihat Kontribusinya
DPRD Kota Cimahi Soroti Apindo dalam Pembangunan Daerah: Belum Terlihat Kontribusinya
Cimahi,AphNews-Anggota DPRD Kota Cimahi, H. Barkah Setiawan
Kota Cimahi – Beragam program dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi untuk mewujudkan pembangunan daerah, baik dilakukan pemerintah sendiri melalui rencana, maupun dengan pelibatan pihak swasta dan lembaga lainnya secara pentahelix.
Namun Anggota DPRD Kota Cimahi H. Barkah Setiawan justru menyoroti masih adanya pihak yang belum melibatkan diri dalam pembangunan Kota Cimahi, sementara berkegiatan bisnis dengan pemanfaatan potensi kota.
Secara spesifik Barkah mempertanyakan peran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cimahi dalam serangkaian program pembangunan yang digenjot Pemkot. Dalam pandangannya, Apindo yang mewadahi para pengusaha justru belum terlihat berkontribusi.
“Saya belum melihat gerakan Apindo yang greget terhadap pembangunan kota Cimahi,” kata Barkah.
Ia melanjutkan, Apindo seyogyanya dapat turut berpartisipasi dalam sejumlah program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah,. Salah satunya ketika Pemkot membangun 10.000 sumber daya manusia siap kerja melalui beberapa pelatihan berbasis kompetensi.
Dalam hal ini, Apindo menurutnya dapat terlibat langsung serta berkolaborasi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi dalam kegiatan tersebut. Bahkan lebih jauhnya organisasi pengusaha itu juga dapat merumuskan konsep untuk dapat menyerap SDM hasil pelatihan.
“Apindo juga harusnya bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja. Karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota mempunyai program untuk membuat 10 ribu tenaga kerja,” ujarnya.
Dengan sinergitas yang terjalin, maka Disnaker akan mengetahui kebutuhan tenaga kerja perusahaan yang tergabung dalam Apindo, sehingga akan terjalin simbiosis mutualisme antara pemerintah dengan pengusaha yang berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Yang menarik menurut Barkah adalah jumlah perusahaan yang ada di Cimahi melebihi jumlah RW. Jika kolaborasi dan sinergitas terjadi, maka masyarakat di setiap RW dapat memiliki kewajiban untuk melindungi setiap perusahaan.
“Di sisi lain juga perusahaan mempunyai kewajiban feedback-nya terhadap pemerintah maupun masyarakat yang ada di sekitar,” tandasnya.
Barkah juga menyoroti dampak lingkungan dari kehadiran perusahaan. Dikatakannya, perusahaan dapat melibatkan warga sekitar dalam pengelolaan limbah yang memungkinkan terjadinya dampak pembangunan ekonomi yang positif, pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan.
Apindo juga dapat berkontribusi pada pembangunan prestasi warga kota dengan memberikan dukungan terhadap upaya pembinaan atlet yang dilakukan pemerintah, seperti melalui kompetisi atau turnamen yang diselenggarakan organisasi olahraga resmi.
“Minimal ada bentuk perhatian Apindo terhadap lingkungan, terhadap kegiatan yang ada di Kota Cimahi, berkontribusi dalam olahraga atau apapun, sehingga kelihatan, oh ini Apindo lho. Karena apa? Karena mereka mencari uang di Kota Cimahi,” Imbuhnya.
Jika pun perusahaan menyerap tenaga kerja, Barkah menyebut hal itu masih dinilai minim karena masih didominasi warga non-Cimahi. Bahkan ironisnya, Cimahi masih menjadi kota dengan angka pengangguran tertinggi kedua di Jawa Barat, setelah Kabupaten Indramayu.
Cimahi sebagai kota kecil menurut Barkah, baiknya ditata sedemikian rupa secara bersama-sama. Termasuk pembagian tata ruang di setiap kawasan sesuai peruntukannya.
“Sudah dikenal kawasan industri misalnya daerah selatan, sok tata itu. Jujur tidak jujur, mereka membuang limbah, membuang kotoran dan sebagainya, ini kan dampaknya ke masyarakat. Apindo ada CSR? Saya tidak tahu, sebesar apa CSR itu digunakan untuk masyarakat? Saya juga tidak tahu,” ujarnya.
Barkah juga mengingatkan soal pentingnya komunikasi intens antara Pemkot Cimahi dengan Apindo, agar sinergitas yang diharapkan dapat terjalin dengan baik untuk kelancaran seluruh program pembangunan.
” Saya ingin ada kesadaran baik pihak eksekutif maupun pihak apindo sendiri. Karena sekali lagi, semuanya harus simbiosis, harus saling menguntungkan, saling menitipkan diri,” tegasnya.***(Tim).
Komentar
Posting Komentar